Pintu Belajar

News

Rani

Maret 2012, Tergar Meditation Centre Jakarta mempekerjakan seorang asisten rumah tangga bernama Amsiah. Ia bekerja sangat baik, berdedikasi tinggi, dan selalu berusaha membantu orang lain.



Amsiah telah menikah dengan Sunaryo, dan bersama-sama mereka berjuang sangat keras untuk membesarkan kedua anak mereka, Budi dan Rani. Jika Amsiah harus bekerja sebagai asisten rumah tangga, Sunaryo sendiri adalah seorang pekerja bangunan dengan penghasilan Rp 35.000 per hari yang terbilang pas-pasan untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari.



Berasal dari keluarga yang kurang mampu, Rani dan kakaknya telah mengalami kondisi kehidupan yang begitu sulit. Budi yang berusia 18 tahun terpaksa putus sekolah karena keluarganya tidak lagi sanggup membiayai sekolahnya. Sedangkan, Rani yang telah menamatkan Sekolah Dasarnya pada tahun 2011, tidak juga mampu meneruskan ke jenjang berikutnya karena masalah keuangan.



Para Lama di Tergar Meditation Centre Jakarta mendengar kisah Rani dari ibunya sendiri dan berinisiatif untuk memberikan kesempatan bagi Pintu Belajar untuk membukakan pintu bagi masa depan Rani. Setelah melalui proses yang diwajibkan, saat ini Rani Setianingsih tengah menjalani pendidikannya dengan sangat baik sebagai seorang siswa kelas tujuh di SMP YP BDN, Pesing, di bawah naungan program beasiswa Pintu Belajar.



Rani bukanlah satu-satunya yang perlu dijangkau dan dibantu. Melalui Pintu Belajar, kita bisa memberikan harapan bagi masa depan mereka.